Sabtu, 07 Mei 2011

When only love can make a way

Suatu kali, seorang menerima Tuhan dalam hidupnya. Terpesona dengan pengorbanan sang Juruselamat, dia mulai hidup dalam cinta yang luar biasa kepada sesama. Sampai pada hari kematiannya…

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di pintu gerbang sorga melakukan kesalahan. Nama orang itu terlewatkan olehnya ketika memeriksa buku kehidupan. Dan karena pikirnya nama orang itu tidak terdaftar, berarti tempatnya adalah di ‘tempat yang satunya lagi’ dan orang itu langsung di kirim ke neraka.

Dan di neraka, tidak ada yang mengecek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi begitulah, orang itu tinggal di neraka tanpa membantah, karena dia pikir mungkin dia tidak cukup layak untuk masuk surga…

Tapi seminggu kemudian, Lucifer datang ke surga sambil marah-marah. Dia membawa orang itu bersamanya dan menuduh bahwa surga telah melakukan terorisme di neraka.

“Ada apa?” tanya malaikat di pintu gerbang.

Lucifer berteriak dengan marah.
"Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka? Dia benar-benar telah merusak tempatku! Dia tidak pernah membalas siapapun yang menyakitinya. Ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu sama lain. Itu bukan neraka yang kukehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak mau tahu!!! Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!"

----------

Mengapa ada orang-orang yang sanggup melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidup mereka dan tetap berdiri sampai akhir? Sementara yang lainnya menghancurkan hidup mereka dengan kebencian dan ketidak mampuan untuk mengampuni dan memaafkan?

Orang-orang yang tetap mengasihi, mengakui suatu hal sederhana “we encounter the love of Christ...”

Dan ketika orang-orang berhadapan dengan Kasih Kristus itu, mereka dimampukan untuk melalui segala sesuatu dalam kehidupan. Kemudian mulai hidup seperti Kristus telah hidup; dengan mengasihi sesama, termasuk orang-orang yang membenci bahkan menjahati mereka…

Ada hal-hal di dunia ini yang hanya bisa terlalui karena cinta…

Jumat, 06 Mei 2011

Bejana Retak

Seorang Pembawa Air memiliki 2 buah bejana besar yang setiap hari menggantung di ujung-ujung pikulan yang dibawanya di atas bahu. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna dan selalu berhasil membawa air penuh sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah Pembawa Air…

Selama bertahun-tahun, Pembawa Air selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air setiap harinya. Tentu saja bejana yang sempurna bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai dengan tujuan ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidak-sempurnaannya dan merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah seharusnya ia diciptakan…

Suatu hari di tepi sungai bejana retak berkata kepada Pembawa Air.
“Aku ingin minta maaf...”
“Minta maaf kenapa?” Tanya Pembawa Air.
“Selama ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya bisa aku bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalanan kembali dari sungai ke rumah. Karena cacatku ini, Kau tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang Kau keluarkan.” Kata bejana retak.

Pembawa Air tersenyum,
“Sahabatku, kau tidak mengerti apa yang kau katakan. Dalam perjalanan pulang nanti, perhatikanlah ada apa di sisi jalan setapak yang selalu kita lalui…”

Ketika mereka mulai menaiki bukit, bejana retak melihat sinar matahari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Bunga-bunga itulah yang selama ini menghiasi sudut-sudut rumah Pembawa Air.

“Kau lihat itu teman?” Kata Pembawa Air sambil tersenyum,
“Aku tahu tentang kekuranganmu, karena itu Aku menabur benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan yang selalu kita lalui. Dalam setiap perjalanan pulang, kau menyirami mereka setiap harinya, sehingga mereka tumbuh indah dan segar. Bunga-bunga itulah yang kemudian menjadi hiasan di rumahKu selama ini.”

----------

Banyak orang terintimidasi dengan kekurangan dan keterbatasan. Lebih banyak lagi menjadi kecewa dan malu karena kegagalan. Manusia memang seperti itu…
Tapi tahukah kita bahwa Tuhan punya rencana, juga dengan semuanya itu? Banyak kali Tuhan melakukan perkara-perkara luar biasa, bukan melalui kelebihan, justru melalui kekurangan kita. Supaya nyata bagi semua orang, bahwa itu terjadi bukan melalui tangan seorang manusia, tapi keluar dari tangan Tuhan sendiri…

Tuhan selalu punya rencana, sekalipun dari dalam kelemahan kita…

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,” (Yer. 29:11)

Minggu, 01 Mei 2011

Pencil Maker

Pembuat Pensil meletakkan sebuah pensil di samping, sesaat sebelum memasukkannya ke dalam kotak.
“Ada lima hal yang perlu kau ketahui” katanya kepada pensil itu, “Sebelum Aku mengirimkanmu kepada dunia. Selalu ingat dan jangan lupakan, dan engkau akan menjadi pensil yang luar biasa.”

“Pertama, kau akan bisa melakukan banyak hal luar biasa, tapi hanya bila kau mengijinkan dirimu dipegang di tangan Seseorang”

“Kedua, kau akan mengalami penajaman yang menyakitkan dari waktu ke waktu, tapi kau akan membutuhkannya untuk menjadi pensil yang lebih baik”

“Ketiga, kau akan bisa memperbaiki kesalahan yang akan kau lakukan.”

“Keempat, bagian terpenting dari dirimu akan selalu merupakan yang berada di dalam.”

“Dan kelima, di atas permukaan apapun kau digunakan, kau harus meninggalkan tanda. Tidak peduli apapun kondisinya, kau harus terus menulis.”

Pensil mengerti dan berjanji akan selalu ingat, kemudian masuk ke dalam kotak dengan tujuan di hatinya.

----------

Banyak hal di dunia ini yang tidak seharusnya kita lupakan, tapi manusia memang selalu punya kecenderungan untuk lupa. Dan biarlah tulisan ini membuat kita teringat lagi.

Pertama :
Kau akan punya kemampuan untuk melakukan banyak hal luar biasa, tapi hanya jika kau mengijinkan dirimu di pegang di dalam tangan Tuhan.

Kedua :
Kau akan mengalami penajaman yang menyakitkan dari waktu ke waktu, dengan melalui berbagai persoalan. Tapi kau akan membutuhkannya untuk menjadi kuat.

Ketiga :
Kau akan bisa memperbaiki kesalahan yang engkau lakukan, atau bertumbuh besar melalui mereka.

Keempat :
Bagian yang paling penting dari dirimu akan selalu merupakan yang berada di dalam, yaitu hatimu.

Dan kelima :
Di atas permukaan apapun engkau melangkah, kau harus meninggalkan jejak. Tidak peduli apapun situasinya, kau harus terus menyenangkan Hati Tuhan...

Selasa, 26 April 2011

Tanda Salib Di Langit

Dalam 1 galaxy ada 300 milyar bintang. Di dalam alam semesta yang diciptakan Tuhan yang dikenal oleh manusia, ada sekitar 100 juta galaxy. Salah satunya adalah galaxy yang bernama Whirlpool Galaxy (Messier 51a), sering disebut sebagai ‘the darling of astronomy’ dengan jaraknya 31 juta tahun cahaya dari bumi.

Lewat teropong Hubble yang mengorbit sekitar 569 Km di atas permukaan bumi, maka diketahui ada lubang hitam di Whirlpool Galaxy. Ada gambar “X” (salib), sebuah tanda tangan dari Tuhan ditempatkan di jagad raya ini…

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;” (Mazmur 19:2)

Tetapi hal yang berikut ini lebih dahsyat lagi.
“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (Mazmur 139:14)

Kita akan melihatnya lewat sesuatu yang ada di dalam diri kita, protein yang bernama ‘Laminin’. Sebuah komponen dalam tubuh yang memastikan semua struktur tubuh tertopang bersama-sama. Laminin itu seperti lem yang menyatukan seluruh stuktur tubuh. Perlu diketahui bahwa laminin tersebut berbentuk salib. Bahan yang menopang seluruh struktur tubuh kita konfigurasinya berbentuk salib!

“He is before all things, and in him all things hold together.” (Kolose 1:17 NIV)

Ada salib yang terpampang di langit, dan juga di sel tubuh kita. Alam semesta ---termasuk tubuh kita--- mengenal siapa Penciptanya. Pengorbanan-Nya di atas kayu salib sendiri adalah cara-Nya untuk berkata “Aku sangat mencintai engkau”. Jadi tanda salib sebanarnya adalah tanda cinta…

Suatu malam jika engkau meragukan cinta-Nya, menengadahlah ke langit, ada tanda cinta-Nya di sana, di antara bintang-bintang…

Minggu, 24 April 2011

Boiling Water

Seorang koki yang juga seorang hamba Tuhan, mendengar tentang kehidupan putranya yang sedang melalui banyak masalah… Sang koki takut putranya tidak akan sanggup bertahan kemudian melakukan hal-hal bodoh. Maka suatu hari dia menghubungi putranya dan memintanya untuk mampir sebentar di rumah makan milik keluarga mereka. Putranya datang sesaat sebelum rumah makan tutup, ayahnya menyambutnya di pintu depan dan mengajaknya ke dapur.

Sang ayah mengisi tiga buah panci penuh dengan air kemudian meletakkannya di atas api. Air di ketiga buah panci itu dibiarkan sampai mendidih. Kemudian sang ayah menaruh sebuah wortel di dalam panci yang pertama, sebutir telur di dalam panci yang kedua, dan beberapa sendok bubuk kopi di dalam panci yang ketiga, kemudian dibiarkan lagi selama hampir 20 menit.

Selama proses itu, ayah dan anak itu berbincang-bincang tentang masalah-masalah ringan sehari-hari. Bagaimana tentang presiden yang baru terpilih, keadaan cuaca, kemacetan lalu lintas… Tak sekalipun sang ayah menyinggung tentang masalah-masalah yang sedang dilalui putranya. Padahal putranya hampir yakin bahwa dia dipanggil ayahnya untuk diceramahi bagaimana menjadi orang muda Kristen yang baik. Tapi ternyata tidak, tidak malam itu. Mereka hanya berbincang-bincang sambil ayahnya memasak.

Tak lama kemudian ayahnya mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan meletakkannya di atas sebuah mangkok, telur di atas mangkok yang lain, dan menuang kopi ke dalam mangkok yang lain lagi. Sambil menata rebusan itu ayanya mulai berbicara,

“Ketiga bahan ini telah mengalami proses yang sama: perebusan… Tapi masing-masing telah menunjukkan reaksi yang berbeda. Orang-orang Kristen juga mengalami masalahnya masing-masing, dan masing-masing telah menunjukkan reaksi yang berbeda pula.

Wortel adalah sebuah bahan yang kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus menjadi lembut dan lunak. Sebagian orang Kristen menunjukkan reaksi yang sama ketika mengalami masalah; menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatan mereka.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Sebagian orang Kristen juga menunjukkan reaksi ini; awalnya memiliki hati yang lembut dengan jiwa yang dinamis. Tapi masalah merubah mereka menjadi pahit, dengan hati yang keras dan kaku.

Tapi alangkah baiknya jika kita bisa seperti bubuk kopi. Sesaat setelah bersentuhan dengan air mendidih, pada saat itu juga dia mulai mempengaruhi didihan air itu. Bahkan ketika air mencapai suhunya yang terpanas, kopi juga akan mencapai rasa dan aromanya yang paling nikmat…”

----------

Kesetiaan Tuhan membuatnya tidak akan pernah membiarkan kita dicobai melampaui batas kekuatan (I Korintus 10:13). Dan ujian selalu dimaksudkan untuk memunculkan yang terbaik dari setiap anak-anak-Nya (Ayub 23:10).

Sabtu, 16 April 2011

Kebaikan Yang Tidak Berakhir

Seorang putra dari sebuah keluarga kaya sedang bermain-main di dalam hutan dekat rumahnya, ketika dia terjatuh dan terperosok ke dalam kubangan lumpur. Dia berusaha untuk memanjat keluar dari kubangan itu, tapi tubuh kecilnya belum cukup kuat. Beruntung seorang petani lewat dekat situ dan mendengar tangisannya. Tak menunggu lama, petani itu melompat turun dan mengangkat anak itu keluar dari dalam kubangan…

Keesokkan harinya ayah si anak datang untuk menyatakan terima kasihnya kepada sang petani. Orang kaya itu menawarkan berbagai hal untuk membalas budi kebaikan petani itu. Tapi petani itu menolak dengan rendah hati…
Sampai akhirnya orang kaya itu menawarkan untuk menyekolahkan putra petani itu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Suatu hal yang tidak mungkin dapat dilakukan sendiri oleh sang petani, karena tidak mungkin sanggup membiayainya. Akhirnya putra petani itu disekolahkan di St. Mary's Hospital Medical School di London, dengan dibiayai sepenuhnya oleh orang kaya itu.

Anak petani itu memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh. Sampai akhirnya menemukan sebuah penemuan besar: obat penisilin. Dunia kemudian mengenalnya dengan nama Sir Alexander Fleming.

Bertahun-tahun kemudian, putra dari keluarga kaya yang pernah ditolong ayahnya itu menderita penyakit pneumonia. Dan satu-satunya obat yang bisa menyelamatkan nyawanya adalah penisilin. Putra keluarga kaya itu kemudian sembuh dan melanjutkan hidupnya. Dunia kemudian mengenalnya dengan nama Sir Winston Churchill.

----------

Kita melihat bagaimana kebaikan kembali kepada mereka yang melakukan kebaikan. Seperti benih yang ditabur dan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun kita tidak akan pernah melihat buah dari kebaikan yang kita lakukan itu, tetaplah berbuat baik. Seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…

Jadi kalau hari ini Tuhan menuntun jalanmu kepada orang yang membutuhkan uluran tangan, ulurkanlah tanganmu, dan jadikanlah itu uluran tangan Tuhan bagi mereka…




Tuhan Yesus memberkati…

Kamis, 07 April 2011

Misteri Cinta

Thomas Carlyle, seorang penulis asal Inggris, menikah dengan Jane Welsh yang juga berprofesi sebagai penulis. Jane mendedikasikan hidup dan keberhasilannya untuk menjadi isteri yang baik bagi suaminya…

Thomas menderita beberapa penyakit dan juga gangguan saraf, karena itu dia kadang bertemperamen kasar. Jane sangat memahami masalah yang dihadapi suaminya. Dia menyediakan makanan khusus untuk Thomas dan mengusahakan keadaan dirumah mereka senyaman dan setenang mungkin, sehingga Thomas bisa terus menulis. Sekalipun seperti itu, Thomas hampir tidak pernah menunjukkan penghargaannya terhadap Jane. Juga jarang sekali menghabiskan waktu bersama-sama isterinya itu.

Tapi Jane kemudian menyadari bahwa Thomas mencintainya sepenuh hati, ketika menemukan surat yang Thomas kirimkan kepada ibunya. Dalam surat itu Thomas menulis tentang Jane:
“Aku dapat mengatakan di dalam hatiku bahwa dia mencintaiku dengan penuh kesetiaan, yang merupakan sebuah misteri bagiku bagaimana aku layak untuk menerimanya. Dia terlihat begitu riang dan lembut, yang masuk dalam kemuramanku, sebuah harapan baru muncul setiap kali aku menatap matanya...”

----------

Mengapa Yesus Kristus mencintai kita masih merupakan misteri sampai hari ini. Dan lebih tak terjelaskan lagi bagaimana orang berdosa seperti kita layak menerimanya… Sedemikian lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya, sebuah cinta yang melampaui segala pengetahuan. (Efesus 3:18-19)

Karena itulah hidup kita akan selalu dilimpahi dengan seluruh kepenuhan Allah. (Efesus 3:19) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Efesus 3:20)