"KAPAN NIKAH???" "UDAH, JANGAN MILIH-MILIHLAH! !!" "JANGAN LAMA-LAMA!!! !" "JANGAN KEJAR KARIER TERUS DONG!!!"
Tiba-tiba kalimat-kalimat norak diatas jadi sering gue denger dari orang-orang disekitar gue... nyebelin banget! dan mungkin banyak dialamin juga sama sebagian besar dari kalian semua.
(sorry buat yg udah punya pasangan hehehhe....)
KAPAN NIKAH???? Ya gak tau! Emang kenapa sih kalo gue masih pengen sendiri? emangnya gue bakalan membuat penipisan lapisan ozon makin cepat dengan kesendirian gue.
UDAH JANGAN MILIH-MILIH! !! Kok jangan milih-milih sih? MEMILIH ITU PENTING. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan lawan jenis dan bukan sesama jenis aja. berarti gue sudah melakukan pemilihan (sadis amat sih contohnya hehehhehe... .) Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan si A dan bukan si B, berarti gue sudah melakukan pemilihan. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan wanita yang seiman dan bukan yang beda kepercayaan, berarti gue sudah melakukan pemilihan. SIAPA BILANG JANGAN MILIH-MILIH.
JANGAN LAMA-LAMA!!! LHAAAA... emangnya gue si hunter (nama ****** teman gue) yang gak bisa ngeliat doggy betina, langsung dikejar-kejar buat dikawinin. Dua pribadi yang berbeda membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Lebih baik menyisihkan waktu lebih lama di waktu pendekatan atau pacaran daripada mengambil keputusan gegabah dengan resiko menyesal seumur hidup.
JANGAN NGEJAR KARIER TERUS!!! Gue gak ngejar karier, gue ngejar gajinya hahahha..... nikah itu butuh modal dan modal itu harus dikumpulin sedikit demi sedikit bukan jatuh dari langit. Gue justru ngeri ngeliat temen-temen gue yang berlomba-lomba nikah, kalo gue tanya alasannya pasti karena umur, desakan orang tua yang mulai malu karena anak gadisnya gak laku-laku, takut dibilang perawan tua. Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat temen-temen gue "tutup mata" terhadap setiap perbedaan yang justru sebetulnya sangat penting untuk dipertimbangkan pada masa pacaran apakah memang "gue itu tulang rusuknya dia" (buat yang cewek) atau apakah "dia tulang rusuk gue " (buat yang cowok), mereka punya prinsip yang penting nikah dulu. mereka dengan gampangnya berpikir bahwa karakter buruk yang sudah tertanam selama berpuluh-puluh tahun didalam diri "sang kekasih" bisa hilang begitu saja pada saat menikah. Gue tahu mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat gue, tapi gue gak mau menikah hanya karena masalah umur, siapa sih yang berhak ngasih patokan umur seseorang untuk menikah? siapa sih yang berani jamin bahwa nikah di umur 25 tahun akan lebih bahagia dari yang nikah di umur 30 atau lebih?, coba liat di catatan sipil, angka perceraian paling tinggi terjadi pada pasangan yang menikah pada umur yang mana (kalo udah dapet datanya, kasih tau gue ya, soalnya gue sendiri gak pernah ngecek hahahahh.... . ) Malah menurut gue menikah diusia 30 atau lebih itu banyak sisi baiknya, karena disitu biasanya emosi seseorang sudah lebih stabil, kedewasaan temperamen sudah mulai terbentuk, persiapan materi cukup memadai. (materi itu tetap harus masuk dalam pertimbangan dong, kan gak bisa bayar listrik sama bayar telepon pake surat cinta), Gue juga gak mau menikah karena desakan orang tua atau karena takut dibilang perawan tua, yang ngejalanin pernikahan itu kan gue bukan mereka, yang bakalan tanggung semua resiko kalo ada masalah kan gue bukanmereka, perkawinan kan bukan tuk dibuat main-main apalagi trus kawin - cerai. kebayang gak tuh kalo sampe salah milih bakalan sengsara seumur hidup.
JADI LU GAK PENGEN NIKAH? GUBRAKKK.... !!!! gue pasti pengen nikah tapi dengan alasan yang tepat, gue pengen nikah karena gue menyadari bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendirian (ceileee...puitis amat lu), gue pengen nikah karena gue menyadari gue membutuhkan seseorang yang bisa saling mendukung dalam segi spiritual dan material, gue pengen nikah karena gue butuh menyayangi seseorang dan butuh untuk disayangi (hihihihi... jadi malu nih), dan masih banyak lagi... tapi yang jelas gak bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama yang DIATAS.
Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh !
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.
Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
DON'T PUSH ME TO GET MARRY SOON, LET ME WAIT MY TIME,CAUSE MY GOD WILL PROVIDE ME THE BEST PERSON WHEN THE TIME COMES.
Minggu, 20 Maret 2011
Jumat, 18 Maret 2011
GOD'S HOLDING HAND
Seorang wanita paro bayah mendekatiku sambil menangis...
Aku sedikit terusik dari lamunan panjangku menyusuri koridor Rumah Sakit yang dihuni oleh Mama sahabatku, Elsye.
Sambil mengernyitkan dahi dan sedikit kesal karena terusik, aku memegang pundak nenek sambil bertanya, " Ada apa Nek?"
Ia memegang kedua pipiku sambil terus berlinangan air mata..
"Aku takut..", katanya.
Aku terheran-heran... Dibanding nenek-nenek yang pernah kulihat ini, nenek ini terlihat lebih sehat dan kuat dibanding yang lainnya.
Bayanganku bahwa orang yang usianya lebih tua di atasku, adalah orang yang lebih bisa mengatasi kekuatiran dan ketakutannya dibanding aku yang usianya jauh dibawah dia..
Dulu, aku begitu ketakutan jika harus tidur di kamar yang gelap... aku begitu ketakutan kalau Mama tidak ada disampingku jika aku harus mengikuti lomba menyanyi.. aku begitu ketakutan ketika menaiki Roller Coaster sekalipun
Papa ada di sampingku. Ah sudahlah, pikirku.. untuk apa aku mengingat semua itu..
Haruskah orang setua ini ketakutan...? Apa ia juga takut gelap seperti aku ?
"Memangnya kenapa , Nek?"
"Cucuku seusia kamu..
Aku takut ia meninggal...
Ia sekarang ada di ICU.. Ia kecelakaan dengan motor karena lari dari rumah..
Aku takut ia meninggal sebelum aku bisa mengatakan bahwa aku menyayangi dia dan memaafkan dia."
Nenek itu sesunggukan menangis...
"Apa ia melakukan sesuatu yang salah?"
"Aku begitu keras terhadap dirinya.. Ia cucu angkatku...
Karena ia cuma anak angkat dari putriku aku sering memarahi dan memukulnya dengan keras,
sehingga akhirnya ia pergi dari rumah..
Aku menyesal, karena akhirnya aku sadar.. ternyata, aku sangat menyayangi dia.."
Aku tertegun...
Aku ada di sini untuk sebuah alasan yang berbeda.. namun punya satu kesamaan...
Aku tinggalkan rumah karena merasa orang tua turut campur dalam masalah pergaulanku.. Aku tinggalkan rumah dan menginap di rumah Elsye, sampai akhirnya aku ada di Rumah Sakit ini untuk menemani Elsye mendampingi Mamanya yang sedang sakit..
Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang sama, takut kehilangan orang yang ternyata sangat saya cintai..
Papa dan Mama yang selalu ada ketika saya ketakutan di dalam kamar yang gelap, ketika aku menangis karena ngeri dengan Roller Coaster yang saya tumpangi, tangan Papa yang hangat yang selalu merangkul saya dan meneduhkan hati sehingga saya tidak jatuh pingsan diatas Roller Coaster itu..
Setetes air mata luruh di pipiku...
Aku tak dapat menghitung lagi kebaikan mereka.. terlalu banyak...
Aku tak mau menyesalinya nanti dan mungkin itu bisa saja terlambat.. Aku mau kembali kepada Mama dan Papa..
Aku harus pamit pada Elsye..
Aku berbalik dan bergegas menuju ruangan tempat Mama Elsye.
Sebuah tangan menghentikanku...
Nenek itu berkata,"Nak, bisa aku memelukmu, sebelum kamu pergi? Aku ingin memeluk Keyra, cucuku melalui kamu. Aku ingin katakan aku sayang padanya dan aku ingin ia sembuh.. aku ingin dia bisa bersama-sama lagi dengan kami semua. Aku tidak akan biarkan ia pergi lagi dari rumah dan aku berjanji tidak akan menyakiti hatinya lagi."
"Tentu bisa, Nek"
Karena hal yang sama juga ingin aku nyatakan juga kepada Papa dan Mama...
"Jangan takut Nek, jika kita berserah kepada Tuhan, Ia pasti akang menolong..
Tangan-Nya takkan pernah terlambat untuk memegang dan menolong kita..."
Kami berdua berpelukan, dengan tangis serta doa untuk orang yang kami cintai.
---------------------------------
...THERE'S NONE TOO OLD TO BE FEAR...
YES... SOMETIMES.. WE ARE...
... Ketika sendiri.. kita takut...
... Ketika kedapatan bersalah.. kita takut..
... Ketika segalanya tidak pasti.. kita takut..
... Ketika ditinggalkan.. kita takut..
... Ketika kita tidak punya apa-apa.. kita takut..
The GOOD NEWS is... GOD WILL NEVER LET YOU GO...
Tangan kuat yang memegangku... selalu menuntunku ku tak mau jalan sendiri...YESUS ku perlu kasih-Mu.. kuperlu kuasa-Mu sampai akhir hidupku...
"...Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Yes 41:10
...dan jangan pernah meninggalkan TUHAN, karena hanya di dalam Dia kita merasakan aman..
Aku sedikit terusik dari lamunan panjangku menyusuri koridor Rumah Sakit yang dihuni oleh Mama sahabatku, Elsye.
Sambil mengernyitkan dahi dan sedikit kesal karena terusik, aku memegang pundak nenek sambil bertanya, " Ada apa Nek?"
Ia memegang kedua pipiku sambil terus berlinangan air mata..
"Aku takut..", katanya.
Aku terheran-heran... Dibanding nenek-nenek yang pernah kulihat ini, nenek ini terlihat lebih sehat dan kuat dibanding yang lainnya.
Bayanganku bahwa orang yang usianya lebih tua di atasku, adalah orang yang lebih bisa mengatasi kekuatiran dan ketakutannya dibanding aku yang usianya jauh dibawah dia..
Dulu, aku begitu ketakutan jika harus tidur di kamar yang gelap... aku begitu ketakutan kalau Mama tidak ada disampingku jika aku harus mengikuti lomba menyanyi.. aku begitu ketakutan ketika menaiki Roller Coaster sekalipun
Papa ada di sampingku. Ah sudahlah, pikirku.. untuk apa aku mengingat semua itu..
Haruskah orang setua ini ketakutan...? Apa ia juga takut gelap seperti aku ?
"Memangnya kenapa , Nek?"
"Cucuku seusia kamu..
Aku takut ia meninggal...
Ia sekarang ada di ICU.. Ia kecelakaan dengan motor karena lari dari rumah..
Aku takut ia meninggal sebelum aku bisa mengatakan bahwa aku menyayangi dia dan memaafkan dia."
Nenek itu sesunggukan menangis...
"Apa ia melakukan sesuatu yang salah?"
"Aku begitu keras terhadap dirinya.. Ia cucu angkatku...
Karena ia cuma anak angkat dari putriku aku sering memarahi dan memukulnya dengan keras,
sehingga akhirnya ia pergi dari rumah..
Aku menyesal, karena akhirnya aku sadar.. ternyata, aku sangat menyayangi dia.."
Aku tertegun...
Aku ada di sini untuk sebuah alasan yang berbeda.. namun punya satu kesamaan...
Aku tinggalkan rumah karena merasa orang tua turut campur dalam masalah pergaulanku.. Aku tinggalkan rumah dan menginap di rumah Elsye, sampai akhirnya aku ada di Rumah Sakit ini untuk menemani Elsye mendampingi Mamanya yang sedang sakit..
Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang sama, takut kehilangan orang yang ternyata sangat saya cintai..
Papa dan Mama yang selalu ada ketika saya ketakutan di dalam kamar yang gelap, ketika aku menangis karena ngeri dengan Roller Coaster yang saya tumpangi, tangan Papa yang hangat yang selalu merangkul saya dan meneduhkan hati sehingga saya tidak jatuh pingsan diatas Roller Coaster itu..
Setetes air mata luruh di pipiku...
Aku tak dapat menghitung lagi kebaikan mereka.. terlalu banyak...
Aku tak mau menyesalinya nanti dan mungkin itu bisa saja terlambat.. Aku mau kembali kepada Mama dan Papa..
Aku harus pamit pada Elsye..
Aku berbalik dan bergegas menuju ruangan tempat Mama Elsye.
Sebuah tangan menghentikanku...
Nenek itu berkata,"Nak, bisa aku memelukmu, sebelum kamu pergi? Aku ingin memeluk Keyra, cucuku melalui kamu. Aku ingin katakan aku sayang padanya dan aku ingin ia sembuh.. aku ingin dia bisa bersama-sama lagi dengan kami semua. Aku tidak akan biarkan ia pergi lagi dari rumah dan aku berjanji tidak akan menyakiti hatinya lagi."
"Tentu bisa, Nek"
Karena hal yang sama juga ingin aku nyatakan juga kepada Papa dan Mama...
"Jangan takut Nek, jika kita berserah kepada Tuhan, Ia pasti akang menolong..
Tangan-Nya takkan pernah terlambat untuk memegang dan menolong kita..."
Kami berdua berpelukan, dengan tangis serta doa untuk orang yang kami cintai.
---------------------------------
...THERE'S NONE TOO OLD TO BE FEAR...
YES... SOMETIMES.. WE ARE...
... Ketika sendiri.. kita takut...
... Ketika kedapatan bersalah.. kita takut..
... Ketika segalanya tidak pasti.. kita takut..
... Ketika ditinggalkan.. kita takut..
... Ketika kita tidak punya apa-apa.. kita takut..
The GOOD NEWS is... GOD WILL NEVER LET YOU GO...
Tangan kuat yang memegangku... selalu menuntunku ku tak mau jalan sendiri...YESUS ku perlu kasih-Mu.. kuperlu kuasa-Mu sampai akhir hidupku...
"...Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Yes 41:10
...dan jangan pernah meninggalkan TUHAN, karena hanya di dalam Dia kita merasakan aman..
Kamis, 17 Maret 2011
Wealth Or Love?
Henry, seorang karyawan di sebuah perusahaan saham, benar-benar sangat ingin untuk menjadi kaya. Suatu hari dia bercerita dengan penuh semangat tentang hal-hal yang akan dibelinya dan hal-hal yang akan dilakukannya seandainya dia menjadi milyuner…
Seorang temannya, Gerald, berkomentar,
“Punya uang banyak memang menyenangkan, tapi bukankah uang yang banyak tidak dapat membeli kebahagiaan?”
Henry berpikir sejenak, kemudian berkata lagi,
“Uang yang banyak memang tidak dapat membeli kebahagiaan, tapi tentunya bisa membeli semuanya yang lain! Bukan begitu Brad?”
Brad adalah seorang putra dari sebuah keluarga yang sangat kaya, bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan keluarganya…
“Ya, uang memang bisa membeli segalanya yang lain…”
“Ha ha, betul kan!” Tawa Henry.
“Kecuali satu hal…” Sambung Brad, tatapannya memandang jauh…
“Apa itu?”
“Kebahagiaan…”
----------
Uang berbicara keras, Cinta berbisik…
Uang membangun tempat berteduh, Cinta membangun tempat tinggal yang nyaman…
Uang menciptakan celah antara kaya dan miskin, Cinta membangun jembatan di antara mereka…
Uang membangun tembok penghalang di antara manusia, Cinta meruntuhkan tembok itu…
Uang adalah sesuatu yang sangat penting, tapi menjadi sesuatu yang tidak terlalu penting tanpa Cinta…
Jangan biarkan hal-hal yang dapat dibeli dengan uang merebut kita dari hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang…
----------
Menjadi kaya sama sekali bukan dosa, tapi kekayaan kita berubah menjadi dosa ketika kita mulai melupakan sesama kita manusia. Tuhan mengaruniakan kekayaan, untuk kita menjadi berkat bagi sesama, bukan untuk kita menghambakan diri kepada uang itu.
“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)
Seorang temannya, Gerald, berkomentar,
“Punya uang banyak memang menyenangkan, tapi bukankah uang yang banyak tidak dapat membeli kebahagiaan?”
Henry berpikir sejenak, kemudian berkata lagi,
“Uang yang banyak memang tidak dapat membeli kebahagiaan, tapi tentunya bisa membeli semuanya yang lain! Bukan begitu Brad?”
Brad adalah seorang putra dari sebuah keluarga yang sangat kaya, bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan keluarganya…
“Ya, uang memang bisa membeli segalanya yang lain…”
“Ha ha, betul kan!” Tawa Henry.
“Kecuali satu hal…” Sambung Brad, tatapannya memandang jauh…
“Apa itu?”
“Kebahagiaan…”
----------
Uang berbicara keras, Cinta berbisik…
Uang membangun tempat berteduh, Cinta membangun tempat tinggal yang nyaman…
Uang menciptakan celah antara kaya dan miskin, Cinta membangun jembatan di antara mereka…
Uang membangun tembok penghalang di antara manusia, Cinta meruntuhkan tembok itu…
Uang adalah sesuatu yang sangat penting, tapi menjadi sesuatu yang tidak terlalu penting tanpa Cinta…
Jangan biarkan hal-hal yang dapat dibeli dengan uang merebut kita dari hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang…
----------
Menjadi kaya sama sekali bukan dosa, tapi kekayaan kita berubah menjadi dosa ketika kita mulai melupakan sesama kita manusia. Tuhan mengaruniakan kekayaan, untuk kita menjadi berkat bagi sesama, bukan untuk kita menghambakan diri kepada uang itu.
“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)
Rabu, 16 Maret 2011
Tomat Beracun
Dahulu, orang Amerika sangat takut terhadap buah tomat, mereka menganggapnya beracun dan tidak bisa dimakan, karena tomat masih sekeluarga dengan sejenis tumbuhan beracun…
Namun suatu saat di tahun 1733, seorang dokter asal Virginia bernama Dr. Siccary, memberanikan diri ‘menantang maut' dengan memakan beberapa buah tomat di depan orang banyak, untuk membuktikan bahwa buah tomat bisa dikonsumsi. Orang-orang Amerika kemudian menjadi percaya bahwa tomat tidak beracun, dan bahkan memiliki rasa yang nikmat.
Sekarang, Amerika Serikat adalah produsen dan konsumen tomat terbesar di dunia. Dan hal ini terjadi hanya karena seorang dokter yang mengetahui sebuah kebenaran dan mengambil sebuah langkah yang berani untuk mematahkan paradigma berpikir sebuah generasi.
----------
“Jangan takut untuk mengambil sebuah langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda takkan bisa meloncati sebuah jurang dengan dua lompatan kecil.”
- David Llyoid George
Wahyu 21:5 berkata "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan Yesus Kristus melakukan semuanya itu melalui Karya Keselamatan. Sebuah karya yang mengubah dunia selama-lamanya, tapi telah dibayar dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri. Sebuah harga yang sangat mahal, tapi harus dilakukan-Nya karena tidak ada jalan lain lagi.
Ketika kita mengharapkan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita (keluarga, pekerjaan, pelayanan). Kadang kita diharuskan untuk melakukan sebuah perubahan besar dan radikal. Tidak mudah memang, tapi terkadang memang harus dilakukan. Dan pilihannya ada pada kita sendiri…
Namun suatu saat di tahun 1733, seorang dokter asal Virginia bernama Dr. Siccary, memberanikan diri ‘menantang maut' dengan memakan beberapa buah tomat di depan orang banyak, untuk membuktikan bahwa buah tomat bisa dikonsumsi. Orang-orang Amerika kemudian menjadi percaya bahwa tomat tidak beracun, dan bahkan memiliki rasa yang nikmat.
Sekarang, Amerika Serikat adalah produsen dan konsumen tomat terbesar di dunia. Dan hal ini terjadi hanya karena seorang dokter yang mengetahui sebuah kebenaran dan mengambil sebuah langkah yang berani untuk mematahkan paradigma berpikir sebuah generasi.
----------
“Jangan takut untuk mengambil sebuah langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda takkan bisa meloncati sebuah jurang dengan dua lompatan kecil.”
- David Llyoid George
Wahyu 21:5 berkata "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan Yesus Kristus melakukan semuanya itu melalui Karya Keselamatan. Sebuah karya yang mengubah dunia selama-lamanya, tapi telah dibayar dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri. Sebuah harga yang sangat mahal, tapi harus dilakukan-Nya karena tidak ada jalan lain lagi.
Ketika kita mengharapkan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita (keluarga, pekerjaan, pelayanan). Kadang kita diharuskan untuk melakukan sebuah perubahan besar dan radikal. Tidak mudah memang, tapi terkadang memang harus dilakukan. Dan pilihannya ada pada kita sendiri…
Minggu, 13 Maret 2011
Sepotong Besi
F.B Mayer, seorang pendeta dari Inggris, memberikan sebuah ilustrasi tentang proses yang menghasilkan kualitas. Katanya,
“Sepotong besi biasanya berharga $2.50.
Kalau ditempa menjadi tapal kuda, harganya menjadi $5.
Kalau ditempa menjadi jarum, harganya menjadi $175.
Kalau ditempa dan dibentuk menjadi pisau silet, harganya menjadi $1.625.
Kalau dibentuk menjadi jarum penunjuk arloji, harganya menjadi $125.000.”
Setiap tempaan dan pembentukan terhadap besi tersebut, meningkatkan nilai jualnya. Semakin banyak di tempa, dipukul, dibakar, dihaluskan; nilainya akan semakin tinggi…
----------
Banyak hal yang instan di dunia ini. Mulai dari makanan hingga keberhasilan dan kesuksesan. Orang-orang lebih ingin mencapai sesuatu dengan mudah dan cepat. Itulah sebabnya tayangan-tayangan pencarian bakat sangat banyak diminati.
Namun Tuhan tidak bekerja dengan cara instan seperti ini. Dia membuat kita mencapai keberhasilan dengan menjalani proses. Tuhan ingin kita memiliki kesabaran dan stabilitas dalam diri kita, sehingga kita “menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1:4)
Ingatlah bahwa kita tidak perlu menjalani kehidupan ini dengan tergesa-gesa. Nikmatilah setiap proses dan “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,” (Yakobus 1:4)
Ketika kita mengalami banyak pembentukan, tempaan, ujian, ingatlah bahwa Tuhan sedang membentuk kita untuk dipakai guna tujuan yang mulia…
Seorang teman pernah berkata,
“Life can be hard for those who walk on God’s path… But the life they live will eventually be worth the suffer…
“Sepotong besi biasanya berharga $2.50.
Kalau ditempa menjadi tapal kuda, harganya menjadi $5.
Kalau ditempa menjadi jarum, harganya menjadi $175.
Kalau ditempa dan dibentuk menjadi pisau silet, harganya menjadi $1.625.
Kalau dibentuk menjadi jarum penunjuk arloji, harganya menjadi $125.000.”
Setiap tempaan dan pembentukan terhadap besi tersebut, meningkatkan nilai jualnya. Semakin banyak di tempa, dipukul, dibakar, dihaluskan; nilainya akan semakin tinggi…
----------
Banyak hal yang instan di dunia ini. Mulai dari makanan hingga keberhasilan dan kesuksesan. Orang-orang lebih ingin mencapai sesuatu dengan mudah dan cepat. Itulah sebabnya tayangan-tayangan pencarian bakat sangat banyak diminati.
Namun Tuhan tidak bekerja dengan cara instan seperti ini. Dia membuat kita mencapai keberhasilan dengan menjalani proses. Tuhan ingin kita memiliki kesabaran dan stabilitas dalam diri kita, sehingga kita “menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1:4)
Ingatlah bahwa kita tidak perlu menjalani kehidupan ini dengan tergesa-gesa. Nikmatilah setiap proses dan “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,” (Yakobus 1:4)
Ketika kita mengalami banyak pembentukan, tempaan, ujian, ingatlah bahwa Tuhan sedang membentuk kita untuk dipakai guna tujuan yang mulia…
Seorang teman pernah berkata,
“Life can be hard for those who walk on God’s path… But the life they live will eventually be worth the suffer…
Sabtu, 12 Maret 2011
Spring Flowers
Cuaca sangat lembab dan berangin saat aku membantu seorang teman menanam bunga musim semi di kebunnya.
”Tanamlah berdekatan,” pintanya, “tanaman ini akan tumbuh dengan lebih baik jika ditanam seperti itu.”
Aku meneruskan menanam bunga putih itu dalam kelompok ditempat yang baru. Lalu aku merenung,
“Bagaimana tanaman itu dapat bertahan melawan angin, hujan, dan terik matahari? Akankah mereka tumbuh lebih baik jika ditanam berdekatan?
Saat aku menengok kebun bunga temanku itu beberapa bulan kemudian, yang ditanam berdekatan, berbunga lebat dan bertumbuh lebih baik…
Kedekatan membuat mereka subur…
Demikian juga kita sebagai orang Kristen, kita juga akan bertumbuh dengan baik jika kita hidup dalam sebuah komunitas, dimana kita dapat saling berbagi. Penulis kitab Ibrani pasti mengetahui dengan pasti kekuatan persekutuan. Ketika Anda berada di dalam komunitas, Anda akan menemukan dorongan dan motivasi untuk saling mengasihi dan berbuat baik. Saat angin dan badai kehidupan melanda, mencoba menghambat pertumbuhan dan mengacam Anda, maka komunitas sekitar Anda akan menguatkan dan dengan kasih Kristus Anda akan dapat bertahan melaluinya.
Pastikan diri Anda tidak hidup menyendiri, tinggallah dalam komunitas untuk sama-sama menjadi kuat dan terus bertumbuh ke arah kepenuhan Kristus.
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25)
”Tanamlah berdekatan,” pintanya, “tanaman ini akan tumbuh dengan lebih baik jika ditanam seperti itu.”
Aku meneruskan menanam bunga putih itu dalam kelompok ditempat yang baru. Lalu aku merenung,
“Bagaimana tanaman itu dapat bertahan melawan angin, hujan, dan terik matahari? Akankah mereka tumbuh lebih baik jika ditanam berdekatan?
Saat aku menengok kebun bunga temanku itu beberapa bulan kemudian, yang ditanam berdekatan, berbunga lebat dan bertumbuh lebih baik…
Kedekatan membuat mereka subur…
Demikian juga kita sebagai orang Kristen, kita juga akan bertumbuh dengan baik jika kita hidup dalam sebuah komunitas, dimana kita dapat saling berbagi. Penulis kitab Ibrani pasti mengetahui dengan pasti kekuatan persekutuan. Ketika Anda berada di dalam komunitas, Anda akan menemukan dorongan dan motivasi untuk saling mengasihi dan berbuat baik. Saat angin dan badai kehidupan melanda, mencoba menghambat pertumbuhan dan mengacam Anda, maka komunitas sekitar Anda akan menguatkan dan dengan kasih Kristus Anda akan dapat bertahan melaluinya.
Pastikan diri Anda tidak hidup menyendiri, tinggallah dalam komunitas untuk sama-sama menjadi kuat dan terus bertumbuh ke arah kepenuhan Kristus.
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25)
Jumat, 11 Maret 2011
Tujuh Keajaiban Dunia
Seorang guru Sekolah Dasar memberikan tugas kepada kelas yang diajarnya, untuk mendaftarkan Tujuh Keajaiban Dunia yang mereka ketahui saat ini. Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing. Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tapi tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…
Malamnya sang guru mulai menilai hasil tugas siswa-siswanya. Dan walaupun terdapat sedikit perbedaan, sebagian besar siswa mendaftarkan demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu meneruskan penilaiannya sampai lembar yang paling akhir…
Tapi pada lembar yang paling akhir itu, sang guru kemudian terdiam sambil merenung. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil yang pendiam…
Isinya seperti ini:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa melihat;
2. Bisa mendengar;
3. Bisa menyentuh;
4. Bisa disayangi;
5. Bisa merasakan;
6. Bisa tertawa; dan
7. Bisa mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran-lembaran tugas siswa-siswanya… Kemudian menundukkan kepalanya berdoa... Mengucap syukur buat seorang gadis kecil pendiam di kelasnya, yang hari itu telah mengajarkannya sebuah perkara hebat…
----------
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban, sementara Tuhan sendiri menganugerahkan keajaiban bagi kita setiap saat. Keajaiban itu Tuhan taburkan di sekeliling kita untuk kita miliki, simply karena sedemikian dalam Dia mencintai kita…
Lihatlah sekelilingmu hari ini, kepada semua keajaiban yang Tuhan sudah sediakan di sekitarmu, kadang tanpa engkau sendiri sadari…
Malamnya sang guru mulai menilai hasil tugas siswa-siswanya. Dan walaupun terdapat sedikit perbedaan, sebagian besar siswa mendaftarkan demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu meneruskan penilaiannya sampai lembar yang paling akhir…
Tapi pada lembar yang paling akhir itu, sang guru kemudian terdiam sambil merenung. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil yang pendiam…
Isinya seperti ini:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa melihat;
2. Bisa mendengar;
3. Bisa menyentuh;
4. Bisa disayangi;
5. Bisa merasakan;
6. Bisa tertawa; dan
7. Bisa mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran-lembaran tugas siswa-siswanya… Kemudian menundukkan kepalanya berdoa... Mengucap syukur buat seorang gadis kecil pendiam di kelasnya, yang hari itu telah mengajarkannya sebuah perkara hebat…
----------
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban, sementara Tuhan sendiri menganugerahkan keajaiban bagi kita setiap saat. Keajaiban itu Tuhan taburkan di sekeliling kita untuk kita miliki, simply karena sedemikian dalam Dia mencintai kita…
Lihatlah sekelilingmu hari ini, kepada semua keajaiban yang Tuhan sudah sediakan di sekitarmu, kadang tanpa engkau sendiri sadari…
Langganan:
Postingan (Atom)